Langsung ke konten utama

Beda itu (nggak) Biasa

Tengah malam kemarin tiba tiba ada pesan masuk di Instagram saya dari seorang Jurnalis cantik sebut saja Bunga. #ehBunga terlalu mainstream *ganti aja "Inass" *eh itu nama asli ya #eh eh.. *sengaja :p Hahaha..

Jadi si Inass ini tiba tiba nulis begini :
"Dek, Apakah ada pengalamanmu hidup dalam keberagaman di Korea, maybe sebagai minoritas, yang ingin kamu share?"

Tapi entah kenapa yang terbaca seakan-akan seperti ini: (baca dengan gaya Mata Najwa) ^^
"Baik Ibu Mutia//Apakah ibu pernah mengalami hidup dalam keberagaman/ sebagai minoritas di Korea?// Mungkin ada yang ingin disampaikan kepada Pemirsa???"
ngebaca pertanyaannya serasa dengerin pertanyaan dari Najwa Shihab di podium Metro TV.wkwk *ehsalah *UdahMoveOnYa! *Trans7maksudnya *tapikebanyakaniklannya *nyindiirr.. hahaha


Okelah sebelum masuk ke jawaban pertanyaan tersebut as usual saya mau bermukadimah tentang background si Inas yang 11-12 sama Najwa ini.
Well, mereka sama sama perempuan! *yaiyalah
Mereka sama-sama keturunan Arab
Mereka sama-sama berhidung mancung *hahaperludibahas? :p
Dan Mereka sama-sama Jurnalis Wanita *nahiniyangpenting

Jadi sejujurnya, saya ini kagum dengan Inass dan keluarganya.
Terutama Abinya mirip pak Quraisy Shihab.
*sama-sama hidungnya mancung *dibahasmeneh :p
No,no bukan mancungnya sih yang sama. Tapi nasehat nasehatnya.
Ada satu nasehat Abi Inass ini terkait dengan Jurnalis Wanita.

"Media saat ini yang menguasai dunia, sudah terlalu banyak media anti Islam. Disinilah jalan dakwah-mu. Menjadi Jurnalis Wanita, Jurnalis Muslimah. Mulailah bergerak dari kecil, tulis kembali apa yang kamu baca, apa yang kamu pikirkan. Berjuang  atas nama Islam. Walau buletin harian itu tidak masalah, banyak jalan dakwah yang masih harus kita perjuangkan."-Abinya Inass

Nasehat itulah yang terus dibawa oleh Inass alumni dari UMN (Universitas Multimedia Nusantara) yang sudah melanglangbuana di dunia Jurnalistik dan penerbitan buku Islam ini. Walau sekarang ia memilih untuk menjaga Toko Abi Uminya di Semarang. Namun dakwahnya tak pernah kendur. Tulisan tulisannya terus menginspirasi bagi saya khususnya. Tulisannya ringan, dengan latar belakang keluarga khas arab, dan sarat makna.
 p.s. Inass masih jomblo loh! Bagi yang serius bisa langsung datang ke rumah ketemu Abinya! *upss


Oke oke, lets move on! *shock ngelirik jam
Sekarang sudah jam 1:15 masih ada 45 menit lagi untuk mengejar ODOP asuhan dari mak Tetty. Thank you Mak Tetty. Gara-gara Mak Tetty hidupku jadi makin bermakna (baca: begadang) haha,, :D


Dan inilah jawaban kisah saya di negeri Gingseng sebagai kaum Minoritas :

Jreng-jreng!!! *maap mukadimahnya panjanggggg banget  *gapapa *kanadainspirasinya *tsahhh

Bismillahirrahmanirrahim, 
 --------------------------------
"Eh,Jangan deket-deket lihat tuh ibunya ISIS!"-hal ini beberapa kali saya jumpai ketika anak saya Ruby sedang bermain main dengan anak Korea.

Hal yang paling disayangkan di Korea saat ini adalah mereka kebanyakan masih belum paham apa itu ISLAM dan apa itu ISIS!
sama halnya ketika banyak orang yang mengeneralisasi apa itu YAHUDI dan apa itu ZIONIST!
Yes, its totally different!

Sakit hati saya dibilang ISIS dan anak saya nggak boleh main main sama anaknya. Kenapa? Di berita berita Korea digambarkan bahwa ISIS itu sangat kejam, dan saya dikatakan bagian dari mereka. WHAT?! memang perlu edukasi dan klarifikasi khusus terkait hal ini. Dan Beda itu (nggak) biasa dimata orang-orang Korea.

*gambar tentang Orang Uzbekistan bercerita tentang diskriminasi yang pernah dia alami karena pakai jilbab di Korea



Pengalaman tadi hanya satu dari beribu ribu pengalaman tentang keberagaman yang saya lalui di Korea. I will say "Beruntunglah minoritas yang tinggal di Indonesia. Mereka tidak sering dinyiyiri orang. Dan sampai bertahun tahun masih terus hidup damai berdampingan"


Kenapa?
Okay, kita mulai sebuah perbandingan.
Di Indonesia ada lebih dari 700 suku, sedangkan Korea  monoculture walau Logat Busan-Daegu-Seoul jauh beda, namun dari bahasa sama.
Di Indonesia kebiasaan persuku berbeda-beda. Sedangkan di Korea, hampir kebiasaan mereka seragam.
Di Indonesia kehadiran anak dianggap rejeki, di Korea kehadiran anak dianggap sebagai memboroskan materi.
Dan masih banyak lagi..

Bukan hanya soal saya yang berjilbab dan beragama Islam di Negara ini. Tapi juga soal anak. Saya  25 tahun, anak saya 2. Terkadang ketika di subway saya bawa anak  tanpa suami, dan anak saya  sedikit ribut, beberapa orang Korea tidak toleransi dan menganggap saya mengganggu dan meminta saya keluar subway saja.
hal itu satu dari hal kurangnya toleransi mereka terhadap anak anak kecil.

Adalagi banyak diskriminasi di dunia pendidikan ataupun dunia usaha.
Buat foreigner yang berkulit putih utamanya dari Amerika! Yes Anda Beruntung!
 karena Anda akan menjadi RAJA di Korea Selatan. Kenapa?
Tapi untuk Anda yang dari Africa atau bahkan Southeast Asia seperti Saya. Just proof the World. Dan katakan "Aku rapopo!" That's it!
Karena rata rata orang afrika, asia selatan dan asia tenggara di Korea bekerja sebagai Labor Worker. And as you know orang korea lebih sering memandang orang dari Penampilan dan materi.
  To be honest, ini tantangan yang besar untuk Family Abroad disini. Apalagi untuk kita mencari pekerjaan. 

Bahkan 2 bulan lalu ketika saya mendaftar TK untuk kakak Ruby anak saya yang pertama, dari 3 TK Negeri, hanya satu yang mau menerima orang asing.

Hahaha.. So, setelah beberapa cerita cerita saya tadi pada takut kan ke Korea??  Emang gampang dikira hidup di luar negeri? Korea tak seindah drama,cuy! Hahaha...
 *ketawasinga ala lely sagita *teteup :p

Enggak denk, Jangan takut! Sebenarnya yang saya tulis hanya pengalaman pengalaman buruk aja kok. Jauh dari itu perbandingannya satu banding sepuluh lah.
Banyak kebahagiaan yang bisa kita raih di luar negeri bersama keluarga. Karena berada di luar negeri itu mau tidak mau membuat kerjasama Tim antara suami istri makin erat, karena tidak ada yang bisa kita limpahkan bantuan kecuali kepada pasangan kita sendiri. *ciyeh *curhat *loveyouAbi :*

Dan satu lagi, Korea saat ini sangat sangat welcome terhadap foreigner, bahkan mereka mempunyai call center khusus jika kita merasa di diskriminasi, beberapa survey juga sering dikirimkan atau dibagikan di public space terkait kepuasan foreigner menjadi residence di Korea Selatan.
Tak hanya itu semenjak World Cup tahun 2002 di Korea,
Korea menjadi salah satu negara dengan jumlah foreigner tertinggi sekitar 3,4% 
Ya, Ini yang paling saya suka dari Korea. Negara ini selalu berbenah dan memperbaiki layanan servis untuk para penduduknya agar bisa tinggal senyaman mungkin. And we loved it!
Dan sayapun yakin, Korea akan terus menggalakkan sampai saat ini bagaimana berjuang untuk menjadi bangsa yang welcome dengan diversity.

Well, sebagai closing.
*karena udah jam 11:56 WIB, 4 menit lagi sebelum di-eliminasi. Hahaha..

Menjadi Mommy abroad dan pengalaman menjadi kaum minoritas itu syuper nano nano, ada seneng ada enggaknya. Yang jelas semuanya seru jika dilewati bersama, jangan takut dengan tantangan baru. Dampingilah suami yang sedang belajar atau bekerja di Luar Negeri. Trust me! He really needs you! Dan satu lagi pesan Bang Napi *eh
Hati hati  bahwa akan ada satu hal yang tidak diduga duga, karena adanya kesempatan!! Waspadalah Waspadalah Waspadalah!!
*emakmulailelah
*nulisOpoToKi
*wesAkuTuruSekYa

Cheerss

Mak Muti
aka
Mommy (sok)abroad :p



Komentar

  1. What ternyata di korea justru banyak diskriminasi ya, even itu bawa anak kecil naik kendaraan umum. Ya alloh ampe disamain sama isis juga. Sedih. Dan aku pun pernah liat video diskiriminasi org korea, giliran ama bule putih baik, giliran sama orang melayu cuek bebek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, its true kok. :D
      tapi banyak hal juga yang baik baik dari mereka. Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa hidup dan bahagia disini berkat toleransi mereka juga :D

      Hapus
  2. Jadi inget masa-masa di Korea. Memang niatan dakwah kudu istiqomah dan ditingkatkan ya Muti. Semangat ya. Semoga kebaikan Islam akan menghangatkan Korea. Aamiin.. ^ ^

    BalasHapus
  3. kenyataan tak seindah drakor..huhuhu, semoga selalu dilindungi Allah SWT bund..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betolll bund. Drakor hnya ada d kisah kisah saja

      Hapus
  4. lagi2 tulisan yang easy going yang enak buat dibaca tp sarat akan info dan di sampaikan dengna bahasa emak2 yang gaol abies.. hahahahha..

    BalasHapus
  5. Duh ga nyangka di korea masih seperti itu

    BalasHapus
  6. Ternyataaa...oh ternyata...semoga Allah menjaga dan melindungi mbak mutz...

    BalasHapus
  7. Tak seindah di pilem pilem yak

    BalasHapus
  8. Saya kira kehidupan dikorea seganteng dan secatik artis artisnya hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar