Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Sedih

Hari ini.., Sedih sedih sedih Kenapa? Kacamata pecah Pecah Pecah Padahal belum ada sebulan Sebulan Sebulan Sedihkan? Iya, Sedih banget. Banget Banget Terus? Yaudah. Sekian. Hahaha... Pokoknya sedihlah! bye *kibasjilbab *ps : Tulisan ini dibuat sebagai syarat berlanjutnya sayembara #OnedayOnepost :p hahaha.. Lah pie meh nulis? Sedih banget og. huhuhuuuuuu *garukgaruk tembok

Kami Saksi Atas Keshalihannya

" Seorang pemuda tewas digorok" Abi membacanya sambil terbata. "Ih, abi tuh loh bacaanya kok gitu sih!" saya yang mendengarnya merasa kurang nyaman "Eh bentar cin, astaghfirullah.. Innalillahiwainnailaihirojiun... ini ini ini ex-TKI Korea! Astaghfirullah.. Astagfirullah. Ya Allah.. "abi shock dan terus menerus mengucap kalimat  istirja'. saya langsung medekat, membaca beritanya dengan seksama, bersama sama.  Innalillahiwainnailaihirojiun,... tak disangka pemuda itu adalah seseorang yang kami kenal, mas Denny Setyawan. Terkejut? ya sangat terkejut. Betapa bayangan ini langsung melayang menangkap memori kenangan lama, Dimana kami mengenal mas Denny, bagamaina sosoknya, bagaimana piawainya. Tak berapa lama  lini masa facebook WNI di Korea penuh dengan berita, berduka atasnya, sedih dengan kabarnya, menyesalkan apa yang menimpanya. Ada yang mematik hati ini,  Ketika satu persatu teman bersaksi,  kegigihannya belajar mengaji keaktifannya di o...

Puisi : Demi cintaku Palestina!

Aku akan memberitahumu sebuah cerita Sebuah cerita yang hidup dalam mimpi manusia Sebuah cerita yang berasal dari dunia bawah tenda Dibuat oleh kelaparan, dihiasi gelap malam Di negeri nya,di negeri mereka ada ribuan pengungsi Dari dua puluh orang terkumpul setengah kilo tepung Dan tak menjanjikan sebuah relief kehidupan yang beruntung Ini adalah cerita tentang kelompok penderitaan Yang berdiri selama puluhan tahun dalam kelaparan Menangis dan sekarat Dalam kesulitan dan hasrat Hati teriris perih Zionist berulah keji Merobek sajadah sajadah suci Menikam nurani bersih Menghancurkan bahagia abadi Demi cintaku Palestina! bagaimana aku dapat tidur? Sedangkan spektrum penyiksaan ada di mataku Aku menyucikan dunia dengan namamu Dan jika kau tidak suka biarkan aku keluar Aku telah lelah dipelihara dengan persaan penuh rahasia Demi cintaku Palestina! Bagaimana aku dapat hidup? Mereka jauh dari daratan dan lautan Di kaki gunung yang dic...

5 Tips Anti Stress di Korea

Sekitar 2 minggu yang lalu Kakao Talk Grup  emak Muslimah di Korea a.k.a RUMAISA  sempat dihebohkan dengan berita dari Mommy Meity  --> emak paling  kece sejagad Korea (udah pinter masak, pinter ngajar, pinter bahasa korea pula) #ngiri.com *rasa rasanya saya bagaikan rempahan kremes ayam suharti. Berita yang buat geger itu adalah ada seorang Ibu Korea di Ulsan yang tanpa sadar mendorong 2 anak balitanya keluar jendela apartemen yang menyebabkan hilangnya nyawa sang anak. Usut punya usut ibu ini sepertinya stress dan baru sadar tindakannya setelah melakukan hal tersebut.   Malang sekali, sudah stress, kehilangan pula 2 anak lucunya yang berusia 2 dan 4 tahun. Huhuhu.. Rasanya remuk redam hati ini mendengar berita itu. Menjadi ibu, dengan 2 anak yang masih balita, tanpa bantuan asisten rumah tangga adalah hal yang tidak mudah ( as you know di Korea ini hampir jarang sekali keluarga yang mempunyai ART mereka lebih memilih anak untuk dititipkan di daycar...

Beda itu (nggak) Biasa

Tengah malam kemarin tiba tiba ada pesan masuk di Instagram saya dari seorang Jurnalis cantik sebut saja Bunga. #ehBunga terlalu mainstream *ganti aja "Inass" *eh itu nama asli ya #eh eh.. *sengaja :p Hahaha.. Jadi si Inass ini tiba tiba nulis begini : "Dek, Apakah ada pengalamanmu hidup dalam keberagaman di Korea, maybe sebagai minoritas, yang ingin kamu share?" Tapi entah kenapa yang terbaca seakan-akan seperti ini: (baca dengan gaya Mata Najwa) ^^ "Baik Ibu Mutia//Apakah ibu pernah mengalami hidup dalam keberagaman/ sebagai minoritas di Korea?// Mungkin ada yang ingin disampaikan kepada Pemirsa???" ngebaca pertanyaannya serasa dengerin pertanyaan dari Najwa Shihab di podium Metro TV.wkwk *ehsalah *UdahMoveOnYa! *Trans7maksudnya *tapikebanyakaniklannya *nyindiirr.. hahaha Okelah sebelum masuk ke jawaban pertanyaan tersebut a s usual saya mau ber mukadimah tentang background si Inas yang 11-12 sama Najwa ini. Well , mereka sama sama perempua...

Gara-Gara Mak Tetty

"Mak..mak.. Jadi Emak tuh kudu produktif!" *ngomong sama kaca* Yah gimana mau produktif cuy, mau mandi aja bocil ngintilin, baru makan 2 sendok eh si kakak minta BAB, baru mau masak eh si bungsu udah bangun lagi. Haaah!! * sigh Yah pokoknya mah rasa rasanya 24 jam itu masih kurang buat (alibi) emak rempong,ya gak? Hahaha.. Okelah, Move on, move on .. Jadi begini ceritanya , ini adalah postingan pertama di blog baru saya. Blog sebelumnya (sekitar 8 tahun lalu) mutiarahikma.blogspot.com sudah bersarang laba-laba. To be honest , semenjak kuliah, menikah dan mengalami maternity life saya benar benar merasakan a" blank paper syndrome" . Kenapa? Ya karena  sekarang saya tahu mana angan angan  mana kenyataan. *ciyeh Nah, Jadi kalo ditanya temen lama,.. "Mut, masih nulis buku nggak?" Jawabannya .. "Enggak cuy, sekarang gw udah paham mana pura pura  mana realita." Lol! Hahaha.. *ketawa singa ala  lely sagita* :p Well, buat yang bertanya...

"Me in 30 Seconds"

Hi! I am Mutia (25yo) who tries to be a good full time Mom abroad. Found passion in digital marketing, lifestyle writing, and singing. Now living in  South Korea after spending couple of years in Indonesia and Turkey.